Pemahaman Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah



Bincang-bincang Prudential dengan dua nasabah di sela-sela peluncuran Prulink Generasi Baru dan Prulink Syariah Generasi Baru,  di Sleman, Rabu (26/9/2018). Foto sembada.id/iwan

SEMBADA.ID - Prudential mendorong edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Hal itu dilakukan mengingat literasi masyarakat Indonesia terhadap produk asuransi masih rendah.

Chief Marketing Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali menyebutkan, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan di Indonesia sekitar 33 persen, sedangkan inklusinya sudah 66 persen. "Rendahnya tingkat literasi keuangan ini menyebabkan masyarakat belum paham pentingnya produk-produk keuangan, termasuk asuransi," katanya saat peluncuran Prulink Generasi Baru dan Prulink Syariah Generasi Baru, di Sleman, Rabu (26/9).

Menurut dia, data OJK tersebut menunjukkan prosentase masyarakat yang memanfaatkan produk produk asuransi masih kecil dibandingkan total populasi. Di sisi lain, kondisi ini sebenarnya dalam rangka melakukan penetrasi keuangan termasuk asuransi masih terbuka lebar. 

Dia menegaskan, Prudential ikut bertanggungjawab mendorong literasi masyarakat ini, sebagai upaya mendukung program pemerintah. "Kami mendorong edukasi jangka panjang, ingin meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang," paparnya.

Luskito mengungkapkan, peluncuran Prulink Generasi Baru dan Prulink Syariah Generasi Baru juga sebagai bagian edukasi literasi. Peluncuran dilakukan secara marathon di delapan kota yakni Yogyakarta, Jakarta, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar, Surabaya, dan Bandung.

Menurut dia, produk ini memiliki banyak kelebihan, seperti keringanan dalam biaya administrasi, tambahan alokasi investasi dan lainnya.

Dia menambahkan, tren di Indonesia saat ini menunjukkan produk unit link semakin diminati masyarakat. Survei yang dilakukan Prudential menunjukkan mayoritas konsumen menekankan kebutuhan untuk mempersiapkan masa pensiun, biaya pengobatan di rumah sakit, pendidikan anak, serta perlindungan diri terhadap sakit kritis sebagai dan lainnya.(iwan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemahaman Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah"

Posting Komentar