Warga Bantul Tertipu Sewa Ruko Lewat Iklan E-Commerce


Polsek Ngaglik, Sleman memperlihatkan tersangka penipuan sewa ruko di Mapolsek setempat.

SEMBADA.ID –Masyarakat yang akan melakukan transaksi lewat online, baik jual beli maupun urusan lainnya harus hati-hati dan memastikan jika obyek yang  ditawarkan memang benar ada. Termasuk saat pembayaran diusahakan secara tunai serta ada saksi  tidak melalui transfer.  Sebab tidak jarang ada oknum yang melakukan penipuan dengan modus online  tersebut. 

Seperti yang dialami warga Sonopakis,  Ngestiharjo, Kasihan, Bantul,  Ilham Wibiyanto , 32 harus kehilangan Rp12,5 juta untuk menyewa ruko  di jalan Kaliurang Km 9,3 Ngaglik, Sleman yang ditawarkan warga Jalan Kayu Manis VII  Matraman, Semarang, Jawa Tengah,  Musdhalifa Pebriani (MP)  38 lewat ikan e-commerce. 

Meski ruko memang ada, namun ruko itu bukan miliknya. Sebab ia hanya menyewa.  Atas  perbutannya tersebut  sekarang MP harus berurusan dengan Polsek Ngaglik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi mengatakan kasus ini berawal saat MP melalui iklan ecommerce menawarkan ruko yang dikontraknya di Jalan Kaliurang km 9,3 dengan harga Rp12,5 juta setahun.  MP mengaku ruko itu miliknya. 

Iklan itu dibaca oleh warga Sonopakis,  Ngestiharjo, Kasihan, Bantul,  Ilham Wibiyanto. Karena tertarik kemudian menghubungi MP.  Termasuk mengecek lokasinya. Karena cocok Ilham kemudian akan menyewanya, setelah harganya disetujui yaitu Rp12,5 juta,Ilham kemudian membayar dengan cara transfer.

“Hanya saja saat Ilham akan membersihkan ruko itu, pemilik warung disebelahnya yang ternyata pemilik ruko itu bertanya, kenapa kok ruko itu dicat.Ilham menjawab ia menyewa dari MP.  Setelah itu diberitahu jika MP hanya menyewa dan yang memiliki ruko itu dirinya,” kata Danang, seperti dilansir sindonews,

Mendapat jawabatn itu, Ilham merasa telah ditipu MP,  sehingga melaporkan ke Polsek Ngaglik. Mendapat laporan petugas langsung melakukan pengembangan penyelidikan dan akhirnya, berhasil mengamankan MP di kosnya di daerah Gamping, Jumat (28/9/2018).

“Kami juga amankan beberapa barang bukti seperti bukti transfer, ATM, dua Hp dan nota transkasi sewa menyewa ruko," katanya.

MP dalam perkara ini dijerat  dengan pasal 45A ayat 1 juncto pasal 28 ayat 1 UU No.19/ 2016 juncto pasal 378 KUHP tentang penipuan dan  terancam hukuman  maksimal 7 tahun penjara.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Budi Karyanto menambahka dari hasil pemeriksaan
MP baru melakukan aksinya satu kali dan ung Rp12,5 juta  sudah  habis  dipakainya untuk hidup sehari-hari, karena dia itu  pengangguran.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga Bantul Tertipu Sewa Ruko Lewat Iklan E-Commerce"

Posting Komentar