Tahun 2018, Polda DIY Miliki 2656 Tunggakan Kasus


Wakapolda DIY Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno memberikan keterangan soal capaian dan kendala kinerja Polda DIY selama tahun 2018, di aula gedung Polda DIY, Jumat (28/12/2018)


SEMBADA.ID – Kepolisian daerah (Polda)  DIY  hingga penghujung tahun 2018  masih memiliki sederet tunggakan  kasus yang harus diselesaikan. Data Polda setempat,  dari 5013 jumlah kasus yang ada di sepanjang tahun 2018,  yang terselesaikan baru  2656  atau 47,019%, sisanya 2656 atau 52.09 %  kasus belum tuntas, sehingga menjadi  utang  jajaran korps baju cokelat itu.

Kasus-kasus yang belum terselesaikan, di antaranya kasus pencurian dengan pemberaran (curat) dari 540  kasus, baru selesai 214 kasus. Pencurian dengan kekerasan (curas) dari 133  kasus, baru 52 yang
terselesaikan.  Pencurian biasa, dari 669 kasus, selesai 238 kasus.

Untuk kasus penyalagunaan narkoba, tercatat ada 448  kasus,  baru 373 kasus yang terselesaikan. Sama halnya dengan kasus penipuan dari 886  kasus, yang sudah terselesaikan 279 kasus.  Pengelapan atau fidusia, dari 440 kasus, selesai 175  kasus, pengiayaan, dari 302  kasus, selesai  184  kasus.

Kemudian, untuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dari 115 kasus, baru 87 kasus yang selesai. 
Begitu juga kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sepanjang 2018, Polda DIY mencatat ada  407  kasus. Namun baru  78  kasus yang selesai.

Waka Polda DIY  Brigjen Pol   Bimo Anggoro Seno,  mengatakan  secara kuantitas untuk  penyelesaian kasus yang masih dibawah 50%  dari  jumlah kasus  yang ada memang belum ideal.  Sebab  idealnya  dari  kasus yang ada bisa selesai di atas  50% . Namun ini bukan berarti kinerja jajaran Polda DIY tidak optimal. Sebab ada beberapa kendala yang menjadikan kasus itu tidak dapat terselesaikan.

“Dilihat kasusnya apa dulu.  Ada beberapa kasus yang sulit untuk ditangani misalnya kasus masalah tanah atau harga.  Kita menangani tidak sektoral, harus kerjasama dengan instansi terkait. Kadangkala dari instansi terkait, ada kendala sehingga waktu menghambat kita untuk menyelesaikan perkara. Mestinya yang bisa diselesaikan satu hari bisa menjadi dua hari,"  kata mantan Wakapolda Sumatera Selatan itu usai paparan akhir tahun 2018 kinerja Polda DIY,   di Gedung Serbaguna, Polda setempat,  seperti dilansir sindoews,  Jumat (28/12/2018)

Menurut Bimo, sebagai solusinya, selain akan meningkatkan kualitas angota dan menambah jumlah penyidik,  juga akan lebih meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait. Sehingga dengan langkah ini diharapkan, dapat menyelesaikan kasus di atas 50%.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan untuk tunggakan kasus yang belum tertanggani tersebut, komitmen akan menyelesaikannya. Untuk itu, pada tahun 2019, selaian akan menanggani perkara yang dilaporkan, juga akan  menyelesaikan tunggakan kasus 2018.

“Semua tunggakkan perkara merupakan hutang kami, maka  semua akan kami selesaikan,” tandasnya. (sbd) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tahun 2018, Polda DIY Miliki 2656 Tunggakan Kasus"

Posting Komentar