10 Ribu Warga Sleman Belum Lakukan Rekam E-KTP


Petugas sedang melakukan rekam data E-KTP di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta di Pakem, Sleman, Kamis (10/1/2019)


SEMBADA.ID–Warga Sleman yang sudah memenuhi persyaratan membuat kartu tanda penduduk elektornik (E-KTP) jumlahnya masih banyak. Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sleman mencatat terdapat 10 ribu warga yang belum melakukan rekam data E-KTP.  Dari jumlah tersebut  rata-rata wajib KTP pemula.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil  Sleman, Endang Mulatsih mengatakan untuk perekaman data E-KTP  ini di Sleman memang belum tuntas.   Sebab hingga sekarang belum bisa mencapai 100%. Yaitu baru 98,68% warga wajib KTP yang  sudah melakukan perekaman E-KTP.

“Untuk itu,  kami berharp warga yang belum melakukan  perekaman agar segera melapor,” kata Endang di sela-sela kegiatan perekaman data E-KTP  di lembaga pemasyarakatan (lapas) Narkotika kelas II A Yogyakarta, di Pakem, Sleman, Kamis (10/1/2019).

Selain itu, juga akan melakukan jemput bola ke masyarakat untuk perekaman data E-KTP ini. Terutama bagi masyarakat yang kesulitan akses untuk rekam data E-KTP di kecamatan.  Di antaranya ke  sekolah, pondok pesantren, panti rehabilitasi dan wreda serta di lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Seperti perekaman data E-KTP di Lapas Narkotika ini juga bagian dari  pendataan itu,”  paparnya.

Menurut Endang dari 328  warga binaan di Lapas  tersebut,  81 orang di antaranya  merupakan warga Sleman dan seluruhnya suda melakukan perekaman e-KTP.

Kepala Seksi (Kasi)  Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta, Pakem, Sleman, Supar  mengaku senang dengan adanya program jemput bola tersebut. Kegiatan ini bukan hanya untuk pemunuhan hak-hak warga binaan, namun juga wujud perhatian dan kepedulian pemkab Sleman.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " 10 Ribu Warga Sleman Belum Lakukan Rekam E-KTP"

Posting Komentar