Gadaikan Motor Rental, Residivis Kembali Masuk Bui


Polsek Ngaglik menunjukkan tersangka gadaikan motor rental di Mapolsek setempat, Senin (19/8/2019).


SEMBADA.ID-Pernah mendekam di penjara karena kasus pencurian sepeda motor tidak membuat, warga Purwokerto Timur, Banyuwas, Jawa Tengah (Jateng),  SB, 41 kapok. Terbukti, setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan (lapas) Purwokerto, 2015 lalu, SB  kembali ditangkap Polsek Ngaglik, Sleman karena mengadaikan motor yang dirental di Jalan Kaliruang Ruko Candi, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Juli 2019.  Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya, SB sekarang meringkuk lagi di sel tahanan Mapolsek Ngaglik.

Kapolsek Ngaglik, Sleman Kompol Ali Mas’ud mengatakan terungkapnya kasus ini berawal saat awal Juli 2019 BS mendatangi rental motor di jalan Kaliurang Ruko Candi, Sardonoharjo, Ngaglik dan menyatakan akan menyewa motor matic selama tiga hari dengan sewa Rp220.000  dan langsung dibayar.

“Karena itu pemilik rental tidak curiga dan melepas memberikan motor matic untuk dibawa SB,” kata Ali Mas’ud, seperti dilansir sindonews, Selasa (20/8/2019)

. Hanya saja saat jatuh tempo BS tidak mengembalikan dan saat dihubungi tidak bisa. Sehingga pemilik rental  melaporkan peristiwa itu ke Polsek Ngaglik.  Petugas  menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan dan berhasil mengindentifikasi keberadaan SB serta menangkapnya di Yogyakarta akhir pekan lalu. 

“Dari pemeriksaan motor itu digadaikan di Purwokerto Rp2,5 juta. Namun untuk motornya masih dalam pencarian sebab sudah perpindah tangan,” terangnya.

Atas perbuatanya BS  dijerat  Pasal  378 KUHP  atau Pasal 372 KUHP  tentang  penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman  tujuh tahun penjara.


SB kepada petugas mengatakan melakukan tindakan itu, karena terdesak kebutuhan ekonomi.
"Uangnya hasil gadai motor saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," akunya.(sdn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gadaikan Motor Rental, Residivis Kembali Masuk Bui"

Posting Komentar