Mabuk, Lima Pemuda Aniaya dan Rampas HP



Polsek Gamping, Sleman menunjukkan tiga tersangka pelaku curas saat ungkap kasus di Mapolsek setempat, Rabu (21/8/2019).


SEMBADA.ID-Petugas Polsek Gamping, Sleman  berhasil menangkap tiga dari lima pelaku kriminal  jalanan di Salakan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Jumat (21/6/2019) malam.  Yaitu menganiaya dan mengambil  handphone warga Sedangadi, Mlati, Sleman, AG, 23. 

Tiga orang yang diamankan itu, FS, 25 warga  Sawahan, Nogotirto, Gamping, Sleman,  GP,  20, warga  Bulawen, Sendangadi, Mlati, Sleman dan AR, 18, warga Kricak Kidul, Tegalrejo, Yogyakarta. 

Mereka diamankan, di hari yang sama,  Jumat (16/8/2019) namun  tempanya berbeda.  FS ditangkap di Kalitan Turi, AR ditangkap di Indomaret Salakan, dan  GP ditangkap di rumahnya Bolawen. Sedangkan dua orang lain belum diketahui identitasnya dan masuk daftar pencarian orang (DPO).
Petugas juga mengamankan satu unit mobil yang diguanakan untuk melakukan tindak kejahatan dan satu handpone milik AG sebagai barang bukti (BB).  Ketiga pelaku itu sekarang ditahan di Mapolsek Gamping untuk proses hokum.

Kanit Reskrim Polsek Gamping, Iptu Tito Satria mengatakan tertangkapnya para pelaku itu, setelah ada laporan terjadinya tindak pidana itu. Yakni ada  empat orang yang menganiaya dan mengambil handphone AG, di pertigaan jalan masuk Salakan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Jumat (21/8/2019).

“Atas laporan tersebut petugas langsung menindaklanjutinya, yaitu dengan melakukan penyelidikan dan akhirnya,  Jumat (16/8/2019)  berhasil menangkap  FS, GP dan AR. Dua lainnya  masih DPO,” kata Tito saat ungkap kasus di Mapolsek setempat, seperti dilansir sindonews, Rabu (21/8/2019).

Tito menjelaskan  kejadian itu berawal saat AG yang mengendarai motor  akan masuk pertigaan Salakan, Trihanggo, Gamping,  tiba-tiba dipepet  mobil xenia warna putih  AD 9176 XA  dan langsung menghadang dengan berhenti di depan motornya.  Empat penumpang langsung turun. Satu orang langsung memukul AG, sehingga AG terjatuh termasuk  handphonenya.  Belum sempat bertanya tersangka lainnya ikut menendang.

Setelah melakukan kekerasan  fisik kepada AG,  para pelaku meninggalkan tempat itu dan mengambil handphone AG.  Akibat kejadian ini AG mengalami luka di badan dan kepala serta bibir pecah.  Oleh para tersangka handphone AG dijual Rp1,3 juta dan uangnya dibagi rata.
“Para tersangka dijerat pasal 365 ayat 2 tentang pencurian dengan kekekerasan (Curas) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” terang Tito.

Para tersangka dihadapan petugas  mengaku melakukan itu dalam kondisi mabuk. Mereka mengkonsumsi minuman keras (miras) saat di mobil dan baru pertama kali melakukan tindakan itu. (sdn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mabuk, Lima Pemuda Aniaya dan Rampas HP "

Posting Komentar