Pakar Virologi UGM, Atasi COVID-19 Jangan Tergantung Vaksin


 

Pakar Virologi FKKMK UGM Mohamad Saifudin Hakim. Foto Dok Humas UGM

SEMBADA.ID-Pakar virologi  Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK)  UGM, Mohamad Saifudin Hakim mengatakan pemerintah jangan hanya tergantung vaksin  untuk mengatasi pandemi COVID-19.  Sebab wabah virus corona sebelumnya seperti SARS-CoV dan MERS-CoV berhasil dihentikan tanpa vaksin.  

Karena itu pemerintah tetap harus melakukan berbagai upaya dalam mencgah persebaran COVID-19 ini secara maksimal. Termasuk  tindakan pencegahan seperti isolasi kasus, contact tracing, karantina, memakai masker cuci tangan, dan karantina komunitas (lockdown) serta kedisiplinan masyarakat dalam menerakan protokol kesehatan  sangat diperlukan.

“Vaksin bukan satu-satunya cara menghentikan pandemi COVID-19. Bahkan negara-negara yang sukses menahan laju peningkatan kasus COVID-19, seperti China sendiri, Korea Selatan, Selandia Baru dan Taiwan bisa menekan peningkatan kasus dengan upaya-upaya pencegahan penularan yang dilaksanakan dengan baik dan disiplin,” kata Hakim, Selasa (18/8/2020).

Hakim  menjelaskan vaksin Sinovac yang saat ini masuk ke uji klinis fase 3 tidak menjamin bahwa uji klinisnya akan berhasil dan pasti akan efektif untuk digunakan.   Apalagi banyak kandidat vaksin yang sudah menjalani uji fase 3 namun gagal karena ternyata terbukti tidak efektif.  Selain itu,  banyak penelitian menunjukkan bahwa antibodi yang terbentuk setelah infeksi SARS-CoV-2 secara alami ternyata tidak bertahan lama dan akan menghilang dalam 2-3 bulan.

“Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa vaksin yang sedang diuji klinis saat ini pasti akan efektif dan sudah pasti menjadi pilihan untuk diedarkan. Ini kesimpulan yang terlalu dini,” tandas dosen Departemen Mikrobilogi FKKMK UGM itu.

Hal lainnya yang harus menjadi perhatian,  jika nantinya dari hasil ujicoba vaksin Sinovac berhasil dan dimasukkan ke dalam program imunisasi nasional. Maka Indonesia  harus memproduksi sendiri. Sebab  untuk kelanjutannya tergantung dengan ketersediaan vaksin tersebut. 

“Tentu akan lebih mudah dipastikan jika kita mampu memproduksi vaksin sendiri, dibandingkan jika harus membeli dari luar negeri,” jelasnya. (sindonews)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pakar Virologi UGM, Atasi COVID-19 Jangan Tergantung Vaksin"

Posting Komentar